Sebuah cerpen..
Oleh: Labibah Musfiroh
Minggu pagi, tanggal 26 Februari 2012. Bella terbangun dari tidurnya pukul 06.00. Matanya yang setengah sayu itu pun perlahan-lahan terbuka karena tak kuat menahan terangnya sinar matahari yang masuk dari arah jendela kamarnya. Bella bangun dari tempat tidur dan seraya mengulet-uletkan badannya sambil mulutnya yang menguap. Handphone adalah benda pertama yang selalu ia pegang setiap kali ia bangun dari tidur.
“Tinuuuniitt tinuuuutt..” (dering suara ponsel Bella).
Ketika dilihat, ia baru sadar bahwa itu bunyi alarm untuk bertemu dengan Ari sahabat baiknya sejak kecil. Tanpa banyak tingkah lagi, Bella langsung mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, Bella pun bersiap-siap, namun ketika Bella mencoba untuk menghubungi Ari, tak ada jawaban dari Ari dan Bella pun panik. Kemana si Ari?
“Huuuuh.. pasti masih tidur,” Bella seraya berbicara dengan ponselnya. Ia pun mulai kesal dan membuka Jejaring soasialnya yaitu twitter untuk sekedar melihat Timeline. Mata Bella tertujuk pada satu status yang di poskan oleh akun yang yang tak asing lagi yaitu detik.com. “ Hari ini tanggal 26 Februari 2012 Transjakarta gratis seharian.” Bella tersenyum lebar, sampai akhirnya giginya keliatan dan berteriak.
“Yuhuuu, jalan-jalan aaaaaah sama Ari naik Transjakarta yuhuuu,” Teriak Bella kegirangan. Tak berapa lama kemudian, Ari pun menghubungi Bella. Namun, ketika Bella mengangkat telpon dari Ari, Bella tak membiarkan Ari memulai pembicaraan. Bukan cacian atau omelan karena kesiangan yang didapatkan oleh Ari, namun teriakan Bella yang mengejutkan.
“Ariiiiii, kita jalan-jalannya gak usah naek motor yaaa!” teriak Bella antusias.
“Hoh loh Bel, kenapa emang?” Tanya Ari heran.
“Iih, kita naek Transjakarta aja sih, ayo ayo mumpung gratis loh hari ini,” Bella membujuk Ari.
“Ih apaan sih norak banget lo bel mentang-mentang gratis gitu,” Ari meledek Bella.
“Yarin deh lo mau bilang gue kaya apaan, yang penting kita naik Transjakarta yuuuk!” Bella membela diri.
“Ogaah ah, pasti penuuuuh Bel, gue gak mau jadi pepesan ah,” Ari menolak.
“Aaah, sekali doang kok, kita gak sering juga kan? Ayolah Ari, Ari ganteng deh,” Bella makin membujuk Ari dengan rayuan.
”Heem, iya deh Bel, iyaaa demi lo nih yaaaa,” Ari akhirnya meluluh. Dan akhirnya mereka janjian di halte Busway yang tak jauh dari rumah mereka masing-masing. Karena kebetulan juga rumah mereka tidak begitu jauh. Ketika bertemu di halte, Bella kaget karena ramainya halte Busway itu. Ari menepuk pundak Bella dari belakang.
“Hei Bel, sorry ya? lo jadi lama nunggu,” Ari meminta maaf atas kedatangan Bella yang lebih awal darinya. Bella tak menghiraukan omongan Ari.
“Bel, lo kenapa sih kok kaya orang aneh gitu?” Ari bertanya kembali.
“Lo gak liat tuh? Antriannya penuh banget, terus ada bacaannya maaf Busway lama,” Bella kecewa tapi Ari menyemangati Bella.
“Hahaha ya ampun Bella, lo sendiri kan yang mau naik Transjakarta, gue udah bilang gak mau tapi lo tetep aja ngotot mau naik Transjakarta. Yaudah gausah manyun gitu ah jelek. Kan ada gue Bel, gue jamin gak bakal bete deh lo seharian sama gue di Transjakarta,” Ari meyakinkan Bella.
“Oh iya ya kan gue yang ngotot mau naik Transjakarta. Yaudah deh yuk lanjut,” Bella mulai senang dan menikmati keadaan yang ada. Tujuan pertama mereka adalah Monas. Ketika sampai di monas Ari menemukan sebuah dompet yang tergeletak di jalanan. Entah siapa pemilik dompet itu. Namun, di dalamnya terdapat uang yang jumlahnya cukup banyak dan terdapat KTP si pemilik dompet. Bella dan Ari melihat alamat yang ada di dalam KTP itu.
“Ari, ini kita kembaliin dompetnya yuk, cari-cari alamatnya hahaha kaya Ayu Ting Ting ya hahaha,” Bella mencoba bercanda.
“Ya gue sih mau aja, tapi kan gue gak bawa motor, jadi ribet banget. Lo sih pake acara naik Transjakarta segala kan ribet," Ari kesal.
“Loh kok nyalahin gue sih? Mana gue tau kan bakal ketemu dompet gini?” Bella makin kesal.
“Ah yaudah deh, lagian juga ini bukan bagian dari rencanan kita, mau ga mau kita harus balikin ini pake Transjakarta.” Ari mengusulkan idenya.
“Nah iya itu tuh begitu juga maksud gue. Yaudah deh yuk meluncur,” Bella mengiyakan maksud dari Ari. Mereka berkeliling kota Jakarta sampai naik turun bus. Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah rumah tua dengan lokasi yang sama seperti alamat yang tertera pada KTP yang ada di dalam dompet kulit itu. Setelah memberikan dompet itu kepada pemiliknya, Ari dan Bella kembali menuju rumah dengan Transjakarta. Ketika di dalam bus, Bella hanya duduk terdiam di bangku bus dengan lemas. Ari yang berada di sampingnya hanya bisa menjadi sandaran bagi kepala Bella.
“Gue sayang sama lo, makanya gue rela nemenin lo seharian ini naik Transjakarta,” ucap Ari berbisik di telinga Bella. Karena terlalu letih Bella sampai tak sadar apa yang diucapkan Ari kepadanya saat itu.
Comments
Post a Comment