Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2012

Berteori dan Berpikir Kritis tulisan dari G.S. Kumajas (1954) yang berjudul “ Apakah Karawang-Bekasi Sebuah Plagiaat?”

G.S. Kumajas (1954) yang berjudul “ Apakah Karawang-Bekasi Sebuah Plagiaat?” 1.   Apa masalahnya? Masalahnya adalah betapa banyaknya persamaan antara sajak Chairil Anwar “Kenang, Kenanglah Kami” dan sajak Archibald MacLeish “The Young Dead Souldier”. Apakah seorang Chairil mengikuti atau kebetulan berpikiran sama dengan Archibald dalam pembuatan sajak itu? 2.   Apa kesimpulannya? karya Chairil dengan karya MacLeish di sini memang boleh dikatakan serupa, karena itu ia bukanlah plagiaat. 3.   Apa alasannya? alasannya jika Chairil denagn sadar menyalin MacLeish, mengapa ia tidak mulai saja dengan kalimat pertama “The Young Soldiers do not speak”, salah sebuah kalimat dan yang menentukan juga sifatnya. Chairil memulai dengan kalimat yang juga kuat dan menentukan suasana dan dunia sendiri. jadi, Chairil bukanlah seorang plagiaat. 4.   Apa asumsinya. asumsinya adalah mengapa sajak Chairil dengan sajak MacLeish itu serupa, dan penulis sepertinya me...

Lagi-Lagi Pamali

Lagi-Lagi Pamali Cerpen fiksi Oleh: Labibah Musfiroh Aku sering mendengar nasihat-nasihat dari orang tuaku tentang pantangan dan larangan-larangan. Seperti suatu hal yang harus dihindari dan merupakan pantangan yang jika dilanggar akan berdampak buruk. Itupun sudah menjadi kepercayaan turun-temurun dari sebagian masyarakat. Contoh ketika aku baru saja pulang sekolah, aku langsung pergi ke dapur untuk makan siang dan membuka pintu untuk mendapatkan udara segar dari samping halaman kebun rumahku. Aku pun duduk di dekat pintu seraya ibuku datang menghampiriku. “Kalau makan jangan di depan pintu Nisa! Pamali, nanti jodohnya susah!” Ibu menasihatiku dan Aku pun langsung pindah ke dekat TV, tempat yang menurutku adalah tempat yang lebih baik dai sebelumnya. Tentu saja keberadaan TV membuat konsentrasiku terbagi antara makan dan menonton TV. Tiba-tiba ibu mengampiriku kembali dan memberikanku nasihatnya lagi.             “Haduh...