Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Masalah Dewasamu

Alhamdulillah, terus berkurangnya umur kini saya merasakan ketenangan dan kedamaian jiwa yang sebelumnya enggan menyelimuti sanubari. Menikmati pekerjaan dan menjalin hubungan yang baik kepada sesama ternyata dapat mengubah hidup begitu nikmatnya. Semakin ke sini, semakin banyak masalah yang menghampiri atau bahkan sekadar menumpang singgah lalu kemudian pamit pergi. Malas untuk dipertahankan, bahkan ketika pergi tak seharusnya disesali. Yup, itulah masalah. Sesuka hati menemani manusia yang kesepian. Manusia mana yang hidupnya tanpa masalah? Dewasa itu bukan dari segi umur, namun dari bagaimana ia menghadapi sebuah masalah. Apakah ia cenderung menutupi atau bahkan menyelesaikannya dengan segera atau lambat. Cara menyelesaikannya pun juga akan menunjukkan apakah seseorang benar-benar sudah dewasa. Bagaimana ia berkomunikasi setidaknya juga dapat menjadi salah satu indikator seseorang dikatakan sudah dewasa. Ketika hidup dirasa sangat berat dan terasa begitu dimanfaatkan oleh oran...

Jangan membuat-Nya cemburu

Tak pernah terbayang sebelumnya, sebuah cinta yang begitu indahnya lenyap dalam sekejap. Cinta yang salah sudah menusuk masuk ke dalam relung hati yang segar. Kini memudar dan terasa hambar. Tidak seharusnya cinta ini salah sasaran. Bukan ke makhluk-Nya , melainkan ke sang Khalik . Kita bertemu untuk berpisah. Pasti berpisah dan tidak mungkin tidak. Entah pisah karena hati yang dibolak-balikkan oleh-Nya ataupun dengan maut yang memaksa kita tidak bisa lagi berinteraksi secara verbal dan sampai di sana kau kekal. Waktu yang kita habiskan bukanlah untuk hal yang sia-sia. Tak pernah sedikitpun diri ini menyesal pernah menghabiskannya bersama siapa saja yang merelakan waktunya. Bukan penyesalan melainkan kesedihan pada perpisahan yang kau buat atas suruhan penciptamu. Seharusnya diri ini sadar betapa mudahnya kaum adam mengumbar janji. Walau tak semuanya, namun diriku belum bertemu yang sesungguhnya luguh dan itu mungkin sulit tanpa kuasa-Nya.. Manusia p...

Jatuh Cinta

Menjadi guru.. Awal di mana saya mulai mengetahui arti hidup, tak terbesit di pikiran kalau saya akan menjadi seorang guru. Semua dimulai ketika saya duduk di bangku perkuliahan. Walau sudah menjadi mahasiswa calon guru, tetap saja belum ada keinginan untuk menjadi guru. Hari berlalu, saya masih sibuk huru-hara mencari jati diri. Mau ke manakah sebenarnya saya? Ketika memasuki semester akhir yang mewajibkan mahasiswa mengikuti Praktik Kuliah Mengajar. Yaa.. Saya harus mengajar . Saya memulainya dengan penuh rasa gugup, takut, ingin menyerah sebelum memulai. Hari-hari terlewati dengan penuh tantangan. Ide-ide kreatif untuk membangkitkan gairah siswa dalam belajar bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Kali itu saya memegang dua kelas. Cukup membuat saya kaget. Satu saja saya rasa berat. Namun, makin hari makin terbiasa. Mulai mengenal nama anak-anak. Ada hal yang saya senangi ketika mengajar, ketika saya dan murid-murid membuat kesepakatan dalam Kegiatan Belajar Mengajar ...