Alhamdulillah, terus berkurangnya umur kini saya
merasakan ketenangan dan kedamaian jiwa yang sebelumnya enggan menyelimuti
sanubari. Menikmati pekerjaan dan menjalin hubungan yang baik kepada sesama
ternyata dapat mengubah hidup begitu nikmatnya. Semakin ke sini, semakin banyak
masalah yang menghampiri atau bahkan sekadar menumpang singgah lalu kemudian
pamit pergi. Malas untuk dipertahankan, bahkan ketika pergi tak seharusnya disesali.
Yup, itulah masalah. Sesuka hati menemani manusia yang kesepian. Manusia mana
yang hidupnya tanpa masalah?
Dewasa itu bukan dari segi umur, namun dari bagaimana
ia menghadapi sebuah masalah. Apakah ia cenderung menutupi atau bahkan
menyelesaikannya dengan segera atau lambat. Cara menyelesaikannya pun juga akan
menunjukkan apakah seseorang benar-benar sudah dewasa. Bagaimana ia
berkomunikasi setidaknya juga dapat menjadi salah satu indikator seseorang
dikatakan sudah dewasa.
Ketika hidup dirasa sangat berat dan terasa begitu
dimanfaatkan oleh orang lain baik atasan atau rekan-rekan bahkan keluarga, ingatlah
bahwa sejatinya manusia adalah yang bermafaat bagi orang lain dan
lingkungannya. Entah mengapa, ketika saya betul-betul memahami kalimat tersebut
saya merasa senang dapat menolong orang lain. Saya merasa benar-benar jadi
manusia seutuhnya. Bahkan pernah suatu saat ada salah seorang teman saya
berkata kepada saya untuk tidak terlalu baik dengan orang lain karena nanti
malah dimanfaatkan untuk kepentingan orang lain. Saya hanya bisa meng-iya-kan
namun saya tetap mau bermanfaat untuk orang lain dalam hal postif tentunya. Di
jalan kebaikan dan di jalan yang di ridhai oleh Allah.
Saya anak perempuan satu-satunya dalam keluarga.
Tentunya banyak plus-minus-nya. Tapi
saya tidak mau melihat yang ’minus’nya. Saya terus menikmati yang ‘plus’nya,
dari yang terlalu dijaga ketat oleh orangtua dan dimanja juga tentunya oleh
mereka. Terlebih saudara kandung saya yang lelaki semua. Senangnya dalam hati
ada yang mengantar-jemput dan menjaga saya. Saya tidak membutuhkan pacar, sosok
yang sering disebut-sebut sebagai tokoh penting dalam remaja ke atas. Status
pacar itu tidak jelas menurut saya. Bukan apa-apa tapi malah seperti apa-apa.
Dosa iya dan dibenci Allah juga iya. Mau bertanggung jawab, tetapi masih milik orangtuanya.
Serba abstrak dan hanya membuat kesenangan sesaat yang ujung-ujungnya
perpisahan dan penyesalan yang membekas. Tidak pernah ada jaminan sebuah
hubungan pacaran dapat berlanjut ke jenjang pernikahan. Wallaua’lam
Terlihat dari hubungan kedua orangtua saya yang
terbilang memiliki perbedaan umur yang cukup jauh, yakni 12 tahun. Ayah saya
yang usianya kala itu 30 tahun menikahi ibu saya yang usianya baru menginjak 18
tahun. Tidak ada pacaran dan taaruf. Ketika ayah saya melihat ibu saya dari
kejauhan, ayah saya langsung terpikat hatinya. Belum ada seminggu langsung
membawa keluarga dan melamar ibu. Memang, awalnya ibu saya menolak karena tidak
kenal. Namun kakek dan nenek (dari ibu) sudah setuju melihat dari kematangan
ayah saya. Akhirnya pernikahan terjadi. Kini orangtua saya dikaruniai 4 anak
yang insya Allah terus membanggakan bagi orangtua.
Tentu kejadian itu merupakan keadilan yang telah
Allah janjikan pada surah An-nur ayat 26 yang intinya mengatakan laki-laki baik
untuk wanita baik. untuk apa takut jika tidak pacaran? Bukankah pacaran hanya
menjaga jodoh orang? Tidakkah lelah hati itu hanya untuk permainan? Hidup
sangat singkat, hari silih berganti begitu cepat. Tidak sadar manusia terlena
akan kenikmatan dunia yang sesaat. Jika memang dulu pernah merasakan sakitnya
sebuah pengkhianatan atas nama cinta yang salah, tidak perlu ada lagi yang
disesali. Semua sudah berubah tidak akan pernah kembali seperti sediakala.
Kalaupun bisa rasa itu takkan pernah lagi sama. Hal yang terpenting adalah
keinginan untuk mengubah hidup ke arah yang lebih baik.
Kedewasaan bukan hanya pintar beretorika atau pintar
mengatur dengan presepsi yang hanya dipahami diri sendiri. Menghargai perbedaan pendapat juga salah satu hal yang dapat
dikatakan sebagai indikator seseorang dikatakan masuk ke dalam fase dewasa.
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete