Seringkali terpikirkan dalam benak ini kepada orang-orang
yang dengan mudahnya menemukan pasangan dalam hidupnya, entah dengan unsur
kesengajaan ataupun atas skenario tuhan. Ingin berteriak tuhan tak adil rasanya
sangat lebih tak adil mengingat apa yang selama ini kita dapatkan melebihi apa
yang orang lain belum dapatkan.
Sudah seberusaha mungkin diri ini menjatuhi cinta pada
siapapun yang coba mendekat, namun nihil. Entah apa yang telah menggerayangi
tubuh ini. Aku lebih menikmati kesendirian atau mungkin memaksakan diri dalam
kenyamanan yang telah kukenakan.
Pernah kucoba, tapi kandas begitu saja, entah ada unsur kecemburuan
tuhan atau memang mereka datang hanya
sebagai sebuah pembelajaran dengan ujian akhir yang lebih dan selalu sulit
daripada latihan-latihan soal di sekolah.
Pernah kehilangan sesuatu yang bodoh karena hal yang bodoh,
dan dengan bodohnya, aku masih saja menyesali kebodohanku. Sungguh bodoh,
bukan?
Pemilih? Sepertinya yang terlihat memang seperti itu, namun
ada sesuatu yang tak bisa dan tak mau juga aku jelaskan.
Berpetualang mencari seseorang yang akan dihabiskan untuk
menua bersama bukan perkara mudah atau sulit, ada campur tangan tuhan yang tak
bisa kita menebak akan berujung ke mana. Hanya harapan positif yang harus
dibangun untuk terus menjalankan hidup ini dengan atau tidaknya ada orang yang
akan menemani kita.
Lucu kalau kita selalu memikirkan siapa yang kelak akan
menemani kita, tak sadarkah ada banyak yang peduli dengan kita tanpa menuntut
apapun dari kita?
Coba tengok ke rumah, siapa yang selalu menantikan pulangmu?
Comments
Post a Comment