Skip to main content

Erotisme Emosi

PROLOG


Orang-orang menganggap aku gila, halu, atau mungkin terkesan hanya ingin diperhatikan. Mereka yang mencoba mendekat perlahan menjauh ketika tak sanggup untuk bersetubuh dengan emosiku. Tak ada yang salah dan tak ada pula yang benar, hanya kenangan masa lalu yang selalu menusuk-nusuk jantungku ketika aku mencoba melupakannya. Walau hal itu takkan pernah enyah sampai kapanpun, dan memang hanya itu yang selalu setia menjadi sahabatku hingga kini. Tak ada yang sanggup selain kenangan itu. Dan memang hanya kenangan itu.


    Baskoro memelukku dengan erat, berusaha meyakinkan semuanya baik-baik saja. ia (mungkin) satu-satunya insan yang mencoba untuk menyatu dengan segala emosi yang ada di tubuhku.

     Everything gonna be okay, honey..” ia terus mengusap-usap rambutku, mencoba menenangkanku dan membuatku semakin yakin bahwa dialah sosok yang aku buru selama ini. Ia membuatku sangat nyaman sampai aku berani menyerahkan apapun untuknya, termasuk segala kebodohan yang kupunya.

    Sosok ayah yang tak pernah kudapatkan dari kecil, tentunya hal ini yang membuatku haus akan kasih sayang seorang pria. Ke mana aku akan dapatkan seutuhnya selain dengan Baskoro? Yaa.. aku memang memiliki seorang ayah. Namun, tidak selayaknya aku memanggilnya dengan sebutan itu. Ia kini menikmati dunianya yang menurutnya sangat mengasyikkan. Entah dengan berapa wanita ia hidup. Aku tak pernah dan tak ingin mengetahuinya sedikitpun. Seorang Ayah palsu yang baru saja hadir dalam kehidupanku, yang menemani tidur ibuku dan berusaha menafkahi keluarga kecilku, kini hadir dengan semena-mena.

   Tidak hanya dengan ibuku, akupun diperlakukan semena-mena olehnya. Jiwa dan ragaku direnggutnya sejak aku duduk di bangku sekolah. Aku tak mengerti sama sekali apa yang terjadi padaku saat itu. Aku baru menyadari pada saat aku benar-benar dewasa. Harta dan mahkotaku sudah direnggut oleh bajingan itu. Ibuku? Jangan Tanya. Ketika ia mengetahuinya, ia hanya bisa diam. Ia tak mau terlalu mempermasalahkannya, ia hanya tidak ingin menyandang status yang sebelumnya ia sematkan pada dadanya setelah ayahku pergi meninggalkannya “janda” ia tak mau menyandang status itu lagi, ia lebih mengorbankan perasaan anak perempuannya dibanding dengan egonya yang kuat. Aku hanya bisa mengerti akan keinginan liciknya itu. Aku depresi, tak ada yang peduli. Aku rusak dan pada akhirnya aku sendiri tidak peduli dengan diriku sendiri.
   
    Bertahun-tahun kuhabiskan waktuku bersama Baskoro, tak ada orang lain lagi yang kuacuhkan.  Iya, acuh. Acuh itu artinya peduli. Jadi, tidak ada lagi orang yang kupedulikan selain Baskoro. Waktu demi waktu berjalan, nyatanya Baskoro telah lupa akan tulusnya pengabdian awal yang ia bawa. Mungkin bukan lupa, tapi akunya saja yang perasa. Tapi bukan kah semua manusia itu perasa? Entah lah, masih elusif dalam benakku.

    Aku merasa tak ada perubahan dalam perjalanan hidup ini, semakin rumit dengan masalah di sekitar. Sampai akhirnya aku tercebur dan basah kuyup dalam lubang setan yang begitu nikmat dan enggan untuk kutinggalkan. Ingin bangkit saja sulit, bergerak pun tak kuindahkan.
Kesalahan fatal yang kuperbuat bersama Baskoro membuat aku semakin terpuruk, kini aku harus menanggung satu insan lagi dalam hidupku. Semua kesiapan hajatan dilakukan serba dadakan, hanya untuk menutupi topeng keluarga kami.  Aku bekerja lembur tak kenal waktu demi bisa membiayai pesta yang tak kurencanakan sebelumnya, ditemani dengan makhluk yang ada di perutku, aku semangat dan sampai tidak sadar ada darah yang mengalir di antara kakiku. Tubuhku lemas sesaat, dan aku tak sadarkan diri.

    Mata yang lama terpejam, kini terbuka kembali dan aku melihat semua orang yang peduli terhadap diriku. Mereka menatapku sambil memijat dan mengusap-usap tubuhku, mata mereka berkaca-kaca dan mengatakan bahwa si mungil yang ada di dalam perutku telah tiada. Aku lemas dan lanjut tak sadarkan diri.

    Ditemani dengan ayah palsuku, aku menikah dengan Baskoro tanpa dihadiri dengan keluarga Baskoro karena kesalahpahaman antara keluargaku dan keluarganya. Pernikahan itu tetap berjalan, walau kini tak ada lasan lain untuk menikah dengan Baskoro, karena janin itu sudah tiada. tapi cintaku masih sangat dalam untuk Baskoro. bodoh betul diriku yang mengagungkan cinta ini, padahal bisa saja pernikahan ini dibatalkan karena hanya ada satu pihak keluarga yang hadir. Tapi entah, tidak ada yang bisa menghentikan pernikahan kami. 

   Ketika keluarga Baskoro mengetahui aku dinikahkan dengan ayah tiriku, mereka semua menyatakan bahwa pernikahanku tidak sah. Bagaimana bisa aku menghubungi ayahku yang tak kutahu ke mana rimbanya sekarang? Kenapa mereka tak menghadiri pernikahanku dan baru sekarang dengan seenaknya mengatakan pernikahanku tidak sah? Lantas apa peduli mereka? Semua hanya omong kosong.

    Aku tetap menjalani kehidupan bersama suamiku yang tercatat dalam negara, tidak dengan agama. Aku tak peduli karena aku mencintainya melebihi cintaku pada diri sendiri. Aku sangat menghamba padanya yang hingga sampai saat ini ia hidup menggantung kepadaku. Ia tidak memiliki pekerjaan untuk menafkahiku. Lagi-lagi aku tidak peduli dengan itu, aku menikmatinya, menikmati kekangan darinya, iya.. setiap hari ia mengekangku, memaksaku agar pulang kerja tepat waktu, tidak boleh lembur, tidak boleh berbicara dengan pria lain, tidak boleh ini dan itu. Semuanya dilarang. Awalnya aku menjalaninya dengan baik, namun.. aku tidak menemukan kebahagiaan lagi dengannya. Mengapa? Aku tidak pernah mengerti dan aku sudah lelah dengan semua kekangan yang ia buat sendiri, peraturan aneh yang membuatku kembali masuk ke dalam lubang depresi. Aku belum bahagia.

Comments

Popular posts from this blog

TAKARIR ATAU CAPTION?

Halo, perkenalkan nama saya Labibah, tapi saya lebih akrab dengan sapaan Bibeh. Saya suka menulis dan membaca dan kebetulan juga saya berprofesi sebagai pendidik. Saya lebih senang disebut pendidik karena mendidik itu lebih dari sekadar mengajar. Di sini, saya akan menyampaikan sedikit materi tentang penulisan takarir. Hmm takarir? Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa itu takarir? Takarir ada tulisan penjelasan. Bisa berupa penjelasan arti dari percakapan sepanjang film asing ( subtitle ) atau penjelasan tulisan mengenai gambar ( caption ) yang disebut dengan takarir gambar. Baik takarir ataupun takarir gambar sudah ada definisinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi terbaru yaitu edisi ke-V seperti yang ada pada gambar berikut, Belum punya KBBI, ya? Unduh dulu, yuk! Ini aplikasi resmi dari Pusat Pengembangan Bahasa di bawah naungan Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan. Ti...

Pulang

Seringkali terpikirkan dalam benak ini kepada orang-orang yang dengan mudahnya menemukan pasangan dalam hidupnya, entah dengan unsur kesengajaan ataupun atas skenario tuhan. Ingin berteriak tuhan tak adil rasanya sangat lebih tak adil mengingat apa yang selama ini kita dapatkan melebihi apa yang orang lain belum dapatkan. Sudah seberusaha mungkin diri ini menjatuhi cinta pada siapapun yang coba mendekat, namun nihil. Entah apa yang telah menggerayangi tubuh ini. Aku lebih menikmati kesendirian atau mungkin memaksakan diri dalam kenyamanan yang telah kukenakan. Pernah kucoba, tapi kandas begitu saja, entah ada unsur kecemburuan tuhan atau memang mereka   datang hanya sebagai sebuah pembelajaran dengan ujian akhir yang lebih dan selalu sulit daripada latihan-latihan soal di sekolah. Pernah kehilangan sesuatu yang bodoh karena hal yang bodoh, dan dengan bodohnya, aku masih saja menyesali kebodohanku. Sungguh bodoh, bukan? Pemilih? Sepertinya yang terlihat memang seperti ...

mau bersua sebentar

udah lama ya gak ngepost di blog.. kali ini ogut mau nge-share tentang "Lajang? Kenapa Malu?" Mungkin bagi sebagian orang ga tahan untuk berlama-lama menjomblo. Gini aja deh, kalo pacaran kan juga capek sendiri. Kenapa? Karena cuma nambahin beban pikiran aja.  pacaran atau single ya sama aja sih menurut ogut. lah iya, sama-sama belum dsahkan oleh negara dan agama menjadi pasangan yang halal. Ah ribet.. intinya ya sama-sama belum nikah (X_X). gitu. udah ya cukup sampai di sini. Nantikan postingan selanjutnya :p