Skip to main content

Bukan Cerpen

Jika kamu sedang pergi jauh dan kamu membutuhkan seseorang untuk menjemputmu pulang. Ketika itu, kau berada di waktu tengah malam. Barang bawaanmu begitu banyak dan sepertinya kamu tak kuat memikulnya seorang diri. Lantas, siapa yang akan kau hubungi?
Pacar? pasti pacar kan? ya mayoritas sih yang udah-udah begitu.
cewek: "Sayaaaaang, bisa jemput aku ga? nanti kira-kira aku sampai stasiun jam 12 malam. bisa yaaaa ;"( huwaaaa hiks hikss" (nangis kejer sampe nangis darah.. penuh pengharapan. kasian)

Dan balasannya adalah..
"Yaaaah,sayang. maaf aku ga bisa. kamu naik taksi aja yang dari stasiun. jam segitu masih banyak kok.."

menurut kamu, ini jawaban yang biasa aja?
kalo cewek yang ga wajar mah bilangnya. "Pacar gue pengertian banget ya, dia ga rela gue luntang lantung, makanya disuruh naik taksi.. duuuwh beeeibzz" plisss -____-"

Tapi ada untungnya kamu adalah cewek yang normal. kamu langsung menghubungi kakak lelakimu yang ada di rumah.
 cewek: "Kak, bisa jemput di stasiun ga? nanti tapi jam 12 malem.
dengan sigapnya so kakak lelaki itu membalas..
"Iya, Insya Allah. kabarin kalau udah sampe ya.."

Hatimu tenang bukan?
oh beruntungnya punya kakak laki-laki yang peduli sama saudaranya. namanya keluarga mana bisa melihat saudaranya, naik taksi malam-malam, hehehe

selanjutnya, ada masalah yang muncul. ketika kamu sudah sampai stasiun dan menunggu kedatangan kakakmu yang akan menjemput. Bosan, krik krik. entah harus ngapain. diambillah handphone yang ada di saku jaket. ceritanya kamu mau menghubungi pacar. agar membunuh kesepian dengan cara menelponnya.
~tttuuuuuuut...tuuuuuut..tuuuuutt~ "hmmm kok ga diangkat-angkat yah. apa udah tidur ya? iya kali ya udah tidur, ini kan udah jam 12 malam. pasti dia kecapean makanya udah tidur."
positif banget yah mbaknya hahaha, bagus sih kalo kamu sampai berpikir demikian. tapi coba berpikir rasional. kasian loh ortu kamu penuh perjuangan sekolahin kamu. masa logikanya ga "dijalanin" -.-
ya itu tandanya dia ga peduli kamu. Membiarkan orang yang di"sayang"innya pulang sendiri. ga khawatir. malah ditinggal tidur. kalo alasannya capek, simak dulu cerita ini sampai kelar yaa

namun, tak berhenti sampai di situ, kamu itu mencoba menghubungi seseorang, waduh siapa ya? selingkuhan? heeh, bukan! tapi ternyata kamu mencoba menghubungi ibumu. anehnya tidak sampai diangkat oleh ibumu, kamu langsung menutup telponmu.
"ah miskol aja ah.. iseng"
duuh kakanyaaa masa mau mengubungi Ibu aja dibilang iseng. hormatan sama pacarnya kok mba ddduh -__-" gak kangen apa yaa :'(
*dering telpon*
cewek: "wah mamah nelpon balik. Halo mah..."
Ibu: "nak, kamu di mana? abangmu sudah jalan daritadi sebentar lagi sampai kok. tunggu aja ya. kamu udah makan..... bla bla blaaaa...."

kamu merasa tenang, hingga akhirnya kakakmu tiba di stasiun dan datang menjemputmu
setibanya di rumah, keluargamu masih terjaga dari tidur. padahal aktivitas mereka yang padat, namun mereka menyambutmu hangat tanpa membahas oleh-oleh yang kamu bawa. Ibu dan Ayahmu menyuruhmu makan dan menyegerakanmu untuk istirahat tidur.
Sepaginya, kamu dan keluargamu bersantai menikmati pagi, minum teh dan mencicipi oleh-oleh bersama. tak pula disuguhkan cerita-cerita seru dan pamer foto-foto sehabis berpetualangan jauh. canda tawa kecil membuat dirimu kembali fresh dengan cepat. hidup terasa sempurna..
tetiba ada pesan singkat yang masuk di ponselmu.
"Pacar: maaf sayaaang, semalem aku ketiduraaaan.."

Itulah mengapa kau harus lebih mencintai keluargamu dibandingkan orang yang belum menjadi keluargamu..
#LM


Comments

Popular posts from this blog

TAKARIR ATAU CAPTION?

Halo, perkenalkan nama saya Labibah, tapi saya lebih akrab dengan sapaan Bibeh. Saya suka menulis dan membaca dan kebetulan juga saya berprofesi sebagai pendidik. Saya lebih senang disebut pendidik karena mendidik itu lebih dari sekadar mengajar. Di sini, saya akan menyampaikan sedikit materi tentang penulisan takarir. Hmm takarir? Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa itu takarir? Takarir ada tulisan penjelasan. Bisa berupa penjelasan arti dari percakapan sepanjang film asing ( subtitle ) atau penjelasan tulisan mengenai gambar ( caption ) yang disebut dengan takarir gambar. Baik takarir ataupun takarir gambar sudah ada definisinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi terbaru yaitu edisi ke-V seperti yang ada pada gambar berikut, Belum punya KBBI, ya? Unduh dulu, yuk! Ini aplikasi resmi dari Pusat Pengembangan Bahasa di bawah naungan Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan. Ti...

Pulang

Seringkali terpikirkan dalam benak ini kepada orang-orang yang dengan mudahnya menemukan pasangan dalam hidupnya, entah dengan unsur kesengajaan ataupun atas skenario tuhan. Ingin berteriak tuhan tak adil rasanya sangat lebih tak adil mengingat apa yang selama ini kita dapatkan melebihi apa yang orang lain belum dapatkan. Sudah seberusaha mungkin diri ini menjatuhi cinta pada siapapun yang coba mendekat, namun nihil. Entah apa yang telah menggerayangi tubuh ini. Aku lebih menikmati kesendirian atau mungkin memaksakan diri dalam kenyamanan yang telah kukenakan. Pernah kucoba, tapi kandas begitu saja, entah ada unsur kecemburuan tuhan atau memang mereka   datang hanya sebagai sebuah pembelajaran dengan ujian akhir yang lebih dan selalu sulit daripada latihan-latihan soal di sekolah. Pernah kehilangan sesuatu yang bodoh karena hal yang bodoh, dan dengan bodohnya, aku masih saja menyesali kebodohanku. Sungguh bodoh, bukan? Pemilih? Sepertinya yang terlihat memang seperti ...

mau bersua sebentar

udah lama ya gak ngepost di blog.. kali ini ogut mau nge-share tentang "Lajang? Kenapa Malu?" Mungkin bagi sebagian orang ga tahan untuk berlama-lama menjomblo. Gini aja deh, kalo pacaran kan juga capek sendiri. Kenapa? Karena cuma nambahin beban pikiran aja.  pacaran atau single ya sama aja sih menurut ogut. lah iya, sama-sama belum dsahkan oleh negara dan agama menjadi pasangan yang halal. Ah ribet.. intinya ya sama-sama belum nikah (X_X). gitu. udah ya cukup sampai di sini. Nantikan postingan selanjutnya :p