Skip to main content

Hadiah Sebuah Karma


Karya: Labibah Musfiroh
Jakarta, 26 Januari 2012
Sepertinya kau tak pantas untuk kukenang. Kau bukanlah bagian dari sejarahku. Namun setelah kini aku mengalami sesuatu yang mungkin dahulu kau pernah rasakan, aku jadi mengerti arti hadirmu. Itu dulu  dan bukan sekarang. Aku memang bodoh baru mengingat semua jasamu kini. Kemarin-marin aku seraya wanita yang tak memiliki hati sama sekali.  Kau tau kan mengapa aku bersikap seperti itu? Karena aku hanya menganggapmu sebagai sahabat sampai akhirnya kau memintaku untuk menjadi kekasihmu.
            “Marsha, gue lagi deket sama anak kelas sebelah nih, gimana ya cara deketin cewek?” pertanyaan dari mulutmu membuat aku yakin kalau tak mungkin ada cinta yang akan tumbuh diantara kita.
            “Serius lo mau deketin itu cewek Win? Hahaha Darwin, dengerin gue ya. Cewek itu suka banget sama cowok yang lucu. Walaupun tampang lo gak bagus, tapi sejelek apapun tampang lo, kelucuan mengalahkan segalanya. Percaya deh sama gue,” pernyataan gue memang didengarnya dengan baik. Setiap harinya Darwin selalu bercerita tentang wanita-wanita, bukan hanya satu bahkan lebih dari tiga.
            “Lo maunya sama siapa sih Win? Kemaren yang itu, sekarang yang ini. Lo harus pilih satu! Jangan mainin perasaan orang Win,” ucapku seraya Darwin menatapku seperti bingung dan kemudian pergi keluar kelas.
            Seperti biasa aku pulang bersama sahabatku Heni. Aku selalu menaiki bis kopaja sekeluar aku dari komplek sekolahanku. Kami selalu turun di tempat yang sama dan berpisah setelahnya. Tiap di dalam bis kami selalu berbincang-bincang. Pada suatu saat Heni menyampaikan sesuatu, sepulang sekolah besok aku dan dia tidak langsung pulang dulu. Karena ada masalah penting yang harus diselesaikan. Aku pun mengiyakan permintaan Heni. Seharian di rumah aku berpikir, ada apa sebenarnya. Heni memang selalu membuatku penasaran.
            Pada keesokan harinya, di mana hari yang kutunggu-tunggu karena rasa penasaranku itupun tiba. Bel sekolah berbunyi yang menandakan berakhirnya kegiatan belajar mengajar pada hari itu. Aku menghampiri Heni yang masih sibuk mempersiapkan diri untuk beranjak dari tempat duduknya itu.
            “Ada apa sih Hen?” tanyaku heran.
            “Ada yang mau nyatain sesuatu. Tunggu di sini sebentar, gue mau panggil orangnya,” Heni segera keluar dan meninggalkanku sendiri di kelas yang sudah sepi itu. Tidak beberapa lama kemudian masuklah seorang lelaki yang tak asing di mataku.
            “Darwin..” aku terkejut karena Darwin masuk seorang diri. Aku melirik-lirik ke jendela mencari sosok Heni yang meninggalkanku sampai akhirnya Darwin datang.
            “Lo nyari siapa sih? Heni? Udah abaikan dulu sejenak gue mau mau ngomong sama lo bentar aja,” ucap Darwin diiringi senyumannya. “Gue suka sama lo, mau ga lo jadi pacar gue?” lanjut Darwin.
            “Hah? Bukannya lo sukanya sama…” belum selesai aku bicara, Darwin segera memotongnya.
            “Gue cerita sama lo tentang gimana cara dapetin cewek cuma biar bisa deket sama lo. Gue suka sama lo, gue minta saran juga karena itu gue lakuin buat lo. Bukan buat yang lain. Please, gue sayang sama lo,” aku berpikir sejenak, bisa saja benar apa yang dikatakan Darwin. Dia melakukan itu hanya untuk mendekatiku. Tapi perasaanku kepadanya hanyalah sebagai sahabat dan tak lebih dari itu. Namun, setelah kupikir-pikir aku mencoba untuk menjalaninya terlebih dahulu walau aku belum ada perasaan cinta setitikpun padanya.
            Seminggu aku menjalaninya. Tetap saja tak ada rasa cinta yang tumbuh dariku. Bahkan makin hari aku selalu menjauhi Darwin. Aku ternyata tak bisa mencintainya. Sampai akhirnya aku bercerita tentang semua ini kepada Heni. Heni sontak kaget dan memarahiku. Ia menganggapku hanya mempermainkan perasaan Darwin. Darwin jadi malas belajar dan wajahnya selalu murung karena sikapku kepadanya. Hal yang selalu aku ingat adalah ia selalu memutarkan sebuah lagu yang sangat sedih dari ponselnya “Aku kan bertahan meski takkan mungkin mengerjar kisahnya walau pedih” berkali-kali kudengar lirik lagu itu di dalam kelas pada saat tak ada guru yang mengajar di kelas. Aku tak peduli padanya. Memang terlihat jelas aku mencampakkannya begitu saja. Aku sudah muak dan memutuskan hubungan dengan alasan yang tidak jelas. Dia mengirimkan pesan singkat ke ponselku setelahnya.
            From: Darwin
            Kenapa sih lo ga bilang dari awal aja kalo lo gak suka sama gue? Lo Cuma ngancurin hidup gue. Gue lagi ada masalah sama keluarga gue, ditambah lagi lo bikin masalah sama gue. Gue emang sayang sama lo. Tapi lo Cuma bisa nyakitin gue!
            SMS Darwin menyadarkan aku. Aku meminta maaf padanya berkali-kali sampai akhirnya ia memaafkan dan aku tidak tahu dia memaafkanku secara tulus atau tidak.
            Dua tahun berlalu. Aku pun sudah pisah sekolah dengan teman-temanku termasuk mantan kekasihku. Sampai akhirnya aku menemukan seseorang yang benar-benar menyentuh hatiku. Dimas namanya. Aku sayang dan merasa beruntung telah memilikinya. Awalnya memang indah tapi tak berjalan mulus hingga saat kini, ia bagaikan menyampakkanku persis seperti apa yang aku perbuat terhadap Darwin dahulu. Aku merasa sangat tersiksa dengan keadaan ini.
            Pada suatu hari perjalananku ke kampus, aku menaiki angkot dan memilih tempat yang paling pojok di belakang. supir angkot sedang menyalakan radio dan sebuah lagu yang mengingatkanku pada masa lalu terputar “Aku kan bertahan meski takkan mungkin mengerjar kisahnya walau pedih”. Aku teringat pada Darwin dan membenci lagu itu. Namun, setelah aku hayati liriknya, aku tersadar bahwa kini akulah yang sedang ada di posisi Darwin saat itu.

Comments

Popular posts from this blog

TAKARIR ATAU CAPTION?

Halo, perkenalkan nama saya Labibah, tapi saya lebih akrab dengan sapaan Bibeh. Saya suka menulis dan membaca dan kebetulan juga saya berprofesi sebagai pendidik. Saya lebih senang disebut pendidik karena mendidik itu lebih dari sekadar mengajar. Di sini, saya akan menyampaikan sedikit materi tentang penulisan takarir. Hmm takarir? Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa itu takarir? Takarir ada tulisan penjelasan. Bisa berupa penjelasan arti dari percakapan sepanjang film asing ( subtitle ) atau penjelasan tulisan mengenai gambar ( caption ) yang disebut dengan takarir gambar. Baik takarir ataupun takarir gambar sudah ada definisinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi terbaru yaitu edisi ke-V seperti yang ada pada gambar berikut, Belum punya KBBI, ya? Unduh dulu, yuk! Ini aplikasi resmi dari Pusat Pengembangan Bahasa di bawah naungan Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan. Ti...

Pulang

Seringkali terpikirkan dalam benak ini kepada orang-orang yang dengan mudahnya menemukan pasangan dalam hidupnya, entah dengan unsur kesengajaan ataupun atas skenario tuhan. Ingin berteriak tuhan tak adil rasanya sangat lebih tak adil mengingat apa yang selama ini kita dapatkan melebihi apa yang orang lain belum dapatkan. Sudah seberusaha mungkin diri ini menjatuhi cinta pada siapapun yang coba mendekat, namun nihil. Entah apa yang telah menggerayangi tubuh ini. Aku lebih menikmati kesendirian atau mungkin memaksakan diri dalam kenyamanan yang telah kukenakan. Pernah kucoba, tapi kandas begitu saja, entah ada unsur kecemburuan tuhan atau memang mereka   datang hanya sebagai sebuah pembelajaran dengan ujian akhir yang lebih dan selalu sulit daripada latihan-latihan soal di sekolah. Pernah kehilangan sesuatu yang bodoh karena hal yang bodoh, dan dengan bodohnya, aku masih saja menyesali kebodohanku. Sungguh bodoh, bukan? Pemilih? Sepertinya yang terlihat memang seperti ...

mau bersua sebentar

udah lama ya gak ngepost di blog.. kali ini ogut mau nge-share tentang "Lajang? Kenapa Malu?" Mungkin bagi sebagian orang ga tahan untuk berlama-lama menjomblo. Gini aja deh, kalo pacaran kan juga capek sendiri. Kenapa? Karena cuma nambahin beban pikiran aja.  pacaran atau single ya sama aja sih menurut ogut. lah iya, sama-sama belum dsahkan oleh negara dan agama menjadi pasangan yang halal. Ah ribet.. intinya ya sama-sama belum nikah (X_X). gitu. udah ya cukup sampai di sini. Nantikan postingan selanjutnya :p