Skip to main content

Hati yang Bodoh

 
                                                 Cerpen Karya: Labibah Musfiroh
Farah membuka handphone-nya dan mencoba menghubungi Jamal kekasihnya yang tak kunjung sembuh dari kecemburuannya. Farah tampak putus asa dan memlmparkan handphone-nya ke atas kasur yang empuk itu. Memang sudah 2 hari ini Jamal memilih untuk mendiamkan Farah karena kedekatannya dengan Reno, temen sekelas mereka yang kebetulan sekelompok belajar dengan Farah. Sosok  Jamal yang terlalu cemburuan terhadap Farah membuat Farah merasa sudah tak sanggup lagi menjalin hubungan cinta dengannya. Bahkan sesekali ia berpikir untuk meninggalkan Jamal. Namun sayangnya Farah sudah terlalu mencintai Jamal. Itu memang satu-satunya alasan yang membuat Farah bertahan dalam kondisi yang tidak menguntungkan baginya itu.
            Pada saat kekelusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Farah telah diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di luar kota. Namun, sayangnya Jamal belum mendapatkan tempat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang berikutnya. Ia lebih memilih untuk mencoba di tahun depan dan membiarkan dirinya untuk bersantai di tahun ini. Farah dan Jamal yang sudah 3 tahun berpacaran dari semasa SMA membuat mereka dibingungkan dengan kondisi baru ini. Farah harus pergi ke luar kota untuk melanjutkan pendidikannya. Jamal pun marah dan tak mengizinkan Farah untuk menganmbil kuliah di luar kota itu.
            “Pokoknya aku gak mau kamu kuliah di Bandung! Di Jakarta kan masih banyak kampus,” ucap Jamal sambil melengos dan menjatuhkan Badannya ke kursi empuk yang berada di halaman teras Farah.
            “Tapi orangtua aku nyuruh aku ke sana. Lagi pula aku bakal pulang seminggu sekali kok. Jakarta-Bandung itu deket,” Farah mulai menenangkan Jamal.
            “Aku bilang enggak ya enggak! Aku gak mau hubungan jarak jauh, aku gak percaya sama kamu. Kalau kaya gitu mending putus aja sekalian,” pernyataan Jamal itu membuat Farah tak bisa membalas kata-katanya itu. Ia hanya meneteskan air mata seraya kepergian Jamal dari hadapannya.
            Keputusan Jamal tidak dipikirkannya begitu dalam, karena Farah mengetahui betul bagaimana sifat Jamal yang selalu mengajak untuk balikan dan hubungan kembali membaik. Bahkan hal itu sering dilakukan. Putus-nyambung sudah menjadi hal yang iasa bagi mereka berdua.
            Ketika Farah sudah mempersiapkan diri untuk keberangkatannya ke Bandung. Seorang laki-laki yang dicintainya tak menampakkan batang hidungnya sekalipun untuk mengantarkan atau paling tidak bertemu untuk mengatakan sesuatu tentang kepergiannya itu.
            3 bulan berselang semenjak Farah berkutat dengan tugas-tugas mata kuliah. Hal itu membuatnya sejenak melupakan sosok Jamal. Walaupun terkadang ketika sendiri menghampirinya dan mengajaknya untuk mengingat-ngingat luka lama. Jamal memang menghilang bak ditelan bumi. Pria-pria yang mulai mendekati Farah hanya sejenak datang dan kemudian pergi. Tak ada yang sungguh-sungguh untuk mengisi hatinya yang masih dikuasai sosok pria masa lalunya. Namun, ada salah satu pria yang pada saat itu memang membuat perhatiannya sedikit terganggu. Pria itu tak lain adalah Dido, teman satu jurusan yang kebetulan mereka satu kelas. Seringnya berkomunikasi diantara mereka membuat kedekatan diantara keduanya terjalin. Seiring menghilangnya kenangan tentang Jamal, Farah membuat hari Dido menjadi begitu berwarna dan begitu pula sebaliknya. Kedekatan mereka berdua sudah diketahui teman-teman mereka di kampus. Sampai akhirnya mereka berdua memtuskan untuk menjalankan prisip sebagai sepasang kekasih.
            Ketika Farah duduk terdiam seorang diri di dalam kamar kosnya. Tanpa disadari ia mengingat kembali kenaangan bersama Jamal. Hal ini membuat dirinya merasa tidak yakin terhadap Dido. Dalam lamunannya itu, Farah dikejutkan oleh suara ketukan pintu dari arah luar.
            “Assalamu’alaikum. Permisi,” suara seorang lelaki yang tak asing di telinga Farah yang membuatnya tak sabar untuk membuka pintu.
            “Walaikum..,” belum sempurna Farah menjawab salam dari orang di balik pintu itu, Farah  makin dikejutkan kembali ketika ia mengetahui siapa orang itu.
            “Jaaa-maal,” Farah menyebutkan nama itu dengan terbata-bata.
            “Iya, ini aku. Boleh aku masuk?” tanpa ada jawaban dari Farah, Jamal segera masuk dan duduk di karpet Ruang tamu kos tersebut.
            Mereka berdua berbicara saling canggung. Farah yang tak menyangka hal ini akan terjadi membuat hatinya terasa tenang. Mungkin karena kedatangan Jamal yang sebelumnya sedang dilamunkan olehnya. Handphone Farah bergetar menandakan Dido sedang berusaha menghubungi Farah. Farah tentu tidak mau melewatkan moment ini. Ia mematikan ponselnya agar tak ada yang menggangu kebersamaan bersama Jamal saat itu.
            Keadaan ini membuat Dido memikirkan hal yang ia tidak inginkan terjadi. Dengan segera ia pergi ke tempat kekasihnya yang sulit dihubungi itu. Dido melihat sebuah motor terpakir di depan teras kos-kosan Farah, Dido segera berlari dan membuka paksa pintu yang memang tidak dikunci tiu. Dengan matanya sendiri ia melihat kekasihnya sedang berdua, Dido yang seperti lucifer membuat Farah diam tak bergeming dan Jamal yang ikut tak bersuara.
            “Gue benci sama lo Far! Kalo lo masih sayang ama nih cowok, kenapa lo mau sama gue? Lo Cuma nyakitin gue!” Farah menangis mendengar ucapan Dido.
            “Maafin gue Do, gue masih belum bisa lupain Jamal,” mendengar hal itu Dido tak mau terus mendengar penjelasan Farah. Segera ia pergi dan membanting pintu. Farah menangis dan dipeluknya Jamal. Namun, Jamal segera melepaskan pelukan Farah seraya berkata,
            “Maaf Far, gue udah tunangan. Gue kesini cuma mau kasih kabar kalau 2 minggu lagi gue ngundang lo ke pernikahan gue,” ucapan Jamal membius Farah, dadanya tiba-tiba sesak.

Comments

Popular posts from this blog

TAKARIR ATAU CAPTION?

Halo, perkenalkan nama saya Labibah, tapi saya lebih akrab dengan sapaan Bibeh. Saya suka menulis dan membaca dan kebetulan juga saya berprofesi sebagai pendidik. Saya lebih senang disebut pendidik karena mendidik itu lebih dari sekadar mengajar. Di sini, saya akan menyampaikan sedikit materi tentang penulisan takarir. Hmm takarir? Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa itu takarir? Takarir ada tulisan penjelasan. Bisa berupa penjelasan arti dari percakapan sepanjang film asing ( subtitle ) atau penjelasan tulisan mengenai gambar ( caption ) yang disebut dengan takarir gambar. Baik takarir ataupun takarir gambar sudah ada definisinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi terbaru yaitu edisi ke-V seperti yang ada pada gambar berikut, Belum punya KBBI, ya? Unduh dulu, yuk! Ini aplikasi resmi dari Pusat Pengembangan Bahasa di bawah naungan Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan. Ti...

Pulang

Seringkali terpikirkan dalam benak ini kepada orang-orang yang dengan mudahnya menemukan pasangan dalam hidupnya, entah dengan unsur kesengajaan ataupun atas skenario tuhan. Ingin berteriak tuhan tak adil rasanya sangat lebih tak adil mengingat apa yang selama ini kita dapatkan melebihi apa yang orang lain belum dapatkan. Sudah seberusaha mungkin diri ini menjatuhi cinta pada siapapun yang coba mendekat, namun nihil. Entah apa yang telah menggerayangi tubuh ini. Aku lebih menikmati kesendirian atau mungkin memaksakan diri dalam kenyamanan yang telah kukenakan. Pernah kucoba, tapi kandas begitu saja, entah ada unsur kecemburuan tuhan atau memang mereka   datang hanya sebagai sebuah pembelajaran dengan ujian akhir yang lebih dan selalu sulit daripada latihan-latihan soal di sekolah. Pernah kehilangan sesuatu yang bodoh karena hal yang bodoh, dan dengan bodohnya, aku masih saja menyesali kebodohanku. Sungguh bodoh, bukan? Pemilih? Sepertinya yang terlihat memang seperti ...

mau bersua sebentar

udah lama ya gak ngepost di blog.. kali ini ogut mau nge-share tentang "Lajang? Kenapa Malu?" Mungkin bagi sebagian orang ga tahan untuk berlama-lama menjomblo. Gini aja deh, kalo pacaran kan juga capek sendiri. Kenapa? Karena cuma nambahin beban pikiran aja.  pacaran atau single ya sama aja sih menurut ogut. lah iya, sama-sama belum dsahkan oleh negara dan agama menjadi pasangan yang halal. Ah ribet.. intinya ya sama-sama belum nikah (X_X). gitu. udah ya cukup sampai di sini. Nantikan postingan selanjutnya :p